Laravel sebenarnya memiliki fitur autentikasi bawaan seperti
Laravel Jetstream. Tapi karena lebih simple menggunakan Laravel UI, jadi di
tutorial kali ini aku akan menggunakan autentikasi menggunakan Laravel UI
(Sebenarnya aku belum pernah coba autentikasi dengan Laravel Jetstream, hehe).
Jadi Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menginstalasi
dependencies dengan perintah: composer require Laravel/ui di
terminal IDE.
Selanjutnya kita harus melakukan instalasi UI dengan preset
bootstrap untuk membuat authentication. Caranya dengan menjalankan command
berikut di terminal kamu:
php artisan ui bootstrap –auth
Kalau udah selesai, seperti notice yang berwarna kuning, kita
jalankan perintah npm install di terminal terlebih dahulu.

Kalau udah selesai, lanjut jalankan command npm run dev di
terminal ya! Tapi aku sendiri dapat problem kaya gambar di bawah.
Tenang dulu ya, gaes. Jadi kalian jalankan perintah npm
cache error –force di terminal lalu coba lagi perintah npm run dev. Nah
biasanya kalau kaya gini udah berhasil. Kira-kira penampakan akhirnya seperti
ini:
Nah kita udah dapat nih autentikasi versi laravel untuk login, register dan logout di project kita. Alamat untuk halaman login di project itu adalah localhost:8000/login; localhost:8000/register untuk halaman register.
Kalau kamu ngikutin tutorial ini dari awal, artinya kamu belum punya tabel apapun di database kamu. Karena itu kamu ga bisa segera register ataupun login. Tabel yang ada di database akan menampung data user. Dan tabel ini sebenarnya bisa dengan mudah kita buat dengan menjalankan php artisan migrate. Tujuannya adalah untuk meng-generate tabel data default yang disediakan Laravel.
Setelah itu kamu bisa tes register dengan Laravel. Setelah register nanti kita akan dibawa ke halaman home dan ini diatur secara default dari laravelnya.
Di samping nama user yang sudah berhasil register ada
dropdown menu yang menyediakan menu logout. Jadi kita ga perlu repot-repot
ngoding lagi untuk buat fitur logout ini. Login juga akan menampilkan halaman
yang sama dengan gambar di atas.
Sekarang mungkin kamu punya pertanyaan, gimana kalau aku ga
mau ngarahin pengguna ke halaman home? Jadi, kamu tinggal kotak-katik
controller sama view aja nih. Cara yang pertama misalnya dengan buat sebuah
fungsi baru di file HomeController dan ubah nama fungsi sesuai yang ingin kamu
gunakan di web.php
Sebagai contoh aku ingin menggunakan fungsi show_post aja
daripada index. Jadi yang pertama aku membuat fungsi baru di controller bernama
show_post.
Sekarang aku tinggal ubah routingnya.
Kedua, pada kasus di bawah, aku mengarahkan viewnya bukan ke home, tapi ke file di folder views/product1.blade.php tapi tetap menggunakan fungsi index. Kamu juga bisa cob acara ini. Atau kalau emang mau pake halaman home, maka kamu tinggal kotak-katik isi file home di folder views. Bisa menggunakan blade templating agar code kamu efisien dan fyi tutorialnya sudah aku post di blog ini juga!
Pada postingan berikutnya aku akan post cara melakukan crud dan fitur lainnya. Mungkin website laravelnya akan aku kembangkan menjadi sebuah website blog. Jadi aku harap kalian sudah kembali dengan tampilan website kalian yang sudah diubah tampilannya, ya! Sekian untuk hari ini. Again, thanks to coming in! Jangan lupa tinggalkan pertanyaan di kolom komentar kalau kalian masih bingung. Aku usahain untuk segera jawab ya!












Comments
Post a Comment