Selanjutnya, buka folder project laravel
kamu, lalu buka file .env di code editor. Nah pada baris DB_DATABASE, kamu ubah
nama databasenya menjadi nama database yang sudah kamu buat dengan phpmyadmin
tadi. Punya aku sendiri namanya laravel-web.
Pada praktik ini kita akan mulai menggunakan controller. Nantinya kita akan mengatur semua fungsi di dalam controller ini, jadi tidak perlu lagi membuat fungsi pada web.php. Dengan begitu, kita bisa memanggil controller dan fungsinya saja di file web.php.
Bagaimana cara membuat controller? Sekarang, seperti biasa, kamu ke directory folder project kamu melalui cmd atau terminal vs code. Lalu masukkan sebuah perintah artisan untuk membuat controller yaitu : php artisan make:controller Nama_Controller -r
Dengan perintah ini, kamu akan diberikan sebuah controller di folder app/http/controllers sesuai dengan nama yang kamu buat. -r atau --resource adalah perintah untuk membuat sebuah controller dengan fungsi CRUD lengkap pada controller kita nantinya. Kamu tidak harus menggunakan -r atau –resource untuk membuat controller. Bedanya, kalau tidak menggunakan -r, kamu harus menulis semua fungsi yang kamu butuhkan secara manual.
Pada praktik kali ini aku akan membuat sebuah controller dengan nama PagesController.
Sekarang kamu sudah dapat bekerja dengan database tapi mungkin akan aku jelaskan pada kesempatan berikutnya waktu kita sudah masuk ke bagian CRUD karena sebelum masuk fitur CRUD aku mau jelaskan hal-hal dasar yang perlu kamu ketahui agar nantinya lebih gampang bekerja dengan framework Laravel ini.
So, sekarang kita akan mengotak-atik controller dengan kita coba mengarahkan pengunjung ke halaman utama website dengan controller. Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah dengan membuat sebuah fungsi PagesController.php di folder Controllers.
Hasil dari penggunaanfungsinya sama saja dengan yang kita defenisikan di file web.php. Bedanya di controller, kita berikan nama fungsi (mainpage) yang sifatnya public. Hasilnya pun sama saja, mengembalikan halaman dengan nama mainpage.blade.php di folder resources/views kita.Perlu diperhatikan, melakukan
routing dengan metode ini mengharuskan kita menginclude baris code pada line 4,
yaitu Controller yang akan kita gunakan pada routing, pada kasus kita kali ini
Namanya PagesController.
Arti dari baris code pada line 6
itu simplelnya gini:
“Laravel, gunakan sebuah fungsi
pada PagesController yang nama fungsinya ‘mainpage’! “
Nah, fungsi mainpage pada PagesController yang sudah kita buat ini akan mengembalikan view dari halaman utama. Jadi tampilannya akan sama saja, bedanya kita sudah routing dengan Controller.
Selain cara routing dengan cara di
atas, ada cara routing yang lain dimana kamu tidak perlu menginclude-kan baris
code pada line 4 sebelumnya.
Kamu bisa tes di browser kamu,
hasilnya akan sama aja. Tapi aku lebih prefer ke cara sebelumnya karena
lebih singkat dan rapi. Kalau pake cara kedua kamu harus terus-terusan buat
alamat lengkap controller kamu padahal sebenarnya bisa dengan sekali use aja.
Menggunakan controller membuat baris kode kita menjadi lebih singkat dan rapi daripada harus definisikan semua fungsi di file web.php. Nah, supaya lebih mahir kamu bisa lakukan latihan mandiri ya, folks! Selanjutnya aku akan menjelaskan mengenai BLADE TEMPLATING, so please tetap kunjungin blog aku untuk dapatkan tutorial laravel yang lebih lengkap. Pertanyaan boleh di drop aja di kolom komentar. Aku akan usahakan balas secepatnya.
Makasih udah berkunjung ke blog aku!
Postingan Sebelumnya:
Pengertian konsep MVC dan Laravel
Tutorial Install Laravel via Composer dan Routing pada Laravel
Up next:









Comments
Post a Comment